Angka-Angka Keramat Untuk Ahok

212, 411, 313, 505 akan menjadi angka-angka keramat dalam hidup Ahok. Dimana si cina satu ini dimusuhi sebagian umat islam melebihi badasnya permusuhan Musa terhadap Fir'aun sekalipun. Angka-angka keramat itu akan selalu dia ingat sebagai hari-hari dimana dia seorang diri dianggap sebagai MUSUH BESAR ISLAM.
Entah serendah apa islam di mata orang-orang ini? Sehingga agama suci nan diturunkan dari langit oleh Tuhan Yang Maha Besar musuhnya hanya selevel Ahok yang sudah berkali-kali minta maaf, sehingga demo berjilid-jilid dan kebencian bergelombang-gelombang harus ia terima meskipun Tuhan sudah "murka" dan menghukum "musuh-Nya" ini untuk kalah. Tampaknya itu tak cukup bagi para Hamba Tuhan yang kaffah ini.
Jutaan massa dari seluruh pelosok diturunkan, mulai dari keturunan Nabi sampai keturunan Aseng melakukan demo.
Ahok telah menjadi momok menakutkan yang bahkan Zionis Israel yang sudah 6 dekade membantai muslim Palestina pun tidak mengundang demo dan kebencian sebesar demo terhadap Ahok.
Saya jadi teringat pidato seorang keturunan Nabi bernama Sayyid Hasan Nasrallah Sekjen kelompok jihad Hizbullah nun jauh di Lebanon ketika ia mengumumkan perang besar terhadap Israel tahun 2006. Ia berorasi:
"Kalian tidak tahu dengan siapa kalian berperang? Kalian memasuki medan perang dengan keturunan Muhammad SAW, Ali, Hasan, Husain, dengan Ahlulbait Rasulullah dan para sahabatnya."
Sungguh terenyuh. Inilah jihad. Ketika ia membawa nama para datuknya ke medan perang itu adalah SANGAT PANTAS ketika yang ia perangi adalah musuh besar dan puncak kebiadaban yaitu Zionis Israel.
Sedangkan yang disini?
Ya, tak perlu lah kita bandingkan yang disana dengan yang disini. Jika level Imam besar keturunan Nabi disana perang melawan Tank-tank dan Jet-jet tempur Zionis Israel serta backing mereka USA. Maka musuh Imam Besar kelompok jihad (yang juga) keturunan Nabi disini adalah seorang Ahok dengan "jihad" demo berjilid-jilid, kadang dengan desingan "sniper" yang pelurunya mentok di kaca, atau panggilan polisi yang tak kunjung didatangi lalu umroh dadakan (baca: kabur) ke negeri nun jauh untuk mendapat gelar sebagai "Singa Allah".
Ya, memang tak semua keturunan Nabi itu selevel.
(Ahmed Zain Oul Mottaqin)

Komentar